Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Renungan

 

Untuk Apa Kita Harus Berdoa dengan Tekun dan Teratur?

Hari Minggu Biasa ke XXIX  Tahun- C

Kel. 17:8-13

2 Tim. 3:14; 4:2

Luk. 18:1-8

            Yesus menyampaikan perumpamaan tentang hakim yang tidak benar. Perumpamaan dimulai dengan memperkenalkan seorang hakim yang jahat – tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun – dan seorang janda yang terus menerus datang meminta agar haknya dibela. Kemudian diceritakan bagaimana hakim yang jahat itu akhirnya rela juga membela hak janda itu dengan motivasi supaya jangan terus diganggu olehnya.

            Jika kita hanya berhenti pada kisah ini di sini, maka kekosongan dan kegosongan saja yang kita dapatkan. Namun, mari kita melangkah lebih jauh dalam mencari pesan kabar gembira melalui kisah ini. Kisah ini dipakai sebagai batu loncatan untuk mengerti kemurahan hati Allah. Dengan bertolak dari ‘kerelaan’ sang hakim dalam membela hak si janda, kita diajak oleh penginjil Lukas mengajukan pernyataan reflektif kritis tentang kerelaan/kemurahan hati Allah. Kalau hakim yang jahat dengan motivasi negative mau membela perkara si janda yang terus-menerus meminta, apalagi Allah yang benar mau membela orang-orang pilihan-Nya yang selalu berdoa.

            Kita mungkin kaget bahwa Allah dibandingkan dengan seorang hakim yang jahat oleh penginjil Lukas. Tetapi, ini hanya suatu perbandingan dengan maksud bahwa kalau hakim yang jahat itu mau membela si janda yang terus meminta, apalagi Allah yang benar akan bersedia membela orang-orang kesayangan-Nya yang selalu memohon pertolongan-Nya. Apabila orang jahat melaksanakan keputusan yang adil, apalagi Allah yang baik. Allah mengabulkan doa kita dengan cepat menjawab; tidak berarti bahwa apa yang kita minta belum tentu sesuai dengan tingkat apa yang kita mohonkan itu, tetapi dalam posisi yang lain. Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita, dan kehendak kita belum tentu sesuai dengan kehendak-Nya itu. Maka, di sini kita dituntut menaruh harapan kita kepada-Nya. Kita diajak menaruh harapan yang besar kepada Allah, karena Dia Bapa yang selalu menunggu anak-Nya untuk datang kepada-Nya.

Muncul pertanyaan yang menggelitik, Allah kan mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta kepada-Nya, untuk apa kita harus berdoa dengan tekun dan teratur? Dalam konteks hari pengadilan dan penyelamatan, kita pengikut Kristus hendaknya menarik hikmat dari ketekunan si janda. Kalau janda yang lemah itu terus-menerus meminta dan akhirnya mendapat pertolongan dari hakim yang jahat, maka hendaknya pengikut-pengikut Kristus juga selalu berdoa dan memohon pembelaan dari Allah.

            Doa bukan sarana untuk mengubah sikap hati sang Hakim terhadap umat-Nya atau ajang mempertobatkan Allah, tetapi doa merupakan sarana mengungkapkan dan memelihara iman kita kepada Allah dan Anak Manusia. Iman yang bernafas dalam doa itu merupakan syarat yang menentukan untuk memperoleh keselamatan yang final itu. Doa yang tekun tidak hanya perlu untuk mendapat rejeki hari ini dan setiap hari, tetapi terutama untuk menumbuhkan iman kita akan Allah yang membela, membenarkan, dan menyelamatkan kita. 

 

Fr. Krisant Mulyadi, sx

16/10/2010

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Dukung Penggunaan Kata Allah bagi Gereja Malaysia
  Dukungan-dukungan bagi Gereja Katolik Malaysia terkait dengan penggunaan kata "Allah".
Harley-Davidson Paus Fransiskus Laku 4 Miliar
  Rumah lelang Bonhams di Paris, Perancis, mengumumkan hasil lelang sepeda motor Harley-Davidson Dyna Super Glide milik Paus Fransiskus, sekaligus jaket kulit khususnya, Kamis (6/2/2014). Di luar dugaan, nilai lelang sangat besar dan memecahkan rekor.
ASSEMBLEA SX 2014: “BERTOLAK DARI PEWARTAAN AWAL"
  Dari berbagai penjuru tanah air, para Xaverian berkumpul dalam perhelatan akbar assemblea 2 tahunan Serikat Xaverian yang diselenggarakan di Rumah Retret Canossa Bintaro, 06-10 Januari 2014.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic