“Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firmanku”. Sabda di atas adalah jawaban Yesus terhadap pertanyaan Yudas yang bukan Iskariot, mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada mereka yakni murid-murid itu dan bukan kepada dunia (ayt 22). Maksudnya mengapa Yesus mengistimewakan para murid-Nya daripada “dunia”. Di sini kata “dunia” menunjuk pada kekuatan-kekuatan yang melawan kekuasan ilahi. Dalam menjawab Yesus sekali lagi memusatkan perhatian pada tema kasih, seolah-olah Yesus menolak untuk dibawa menyimpang oleh pertanyaan Yudas. Tetapi itulah jawaban yang benar, karena di mana terdapat orang-orang percaya maka di situ Bapa dan Anak akan tinggal. Orang-orang yang percaya itu adalah mereka yang mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus berarti menuruti Firman-Nya.
Tuntutan Yesus ini bukanlah suatu paksaan. Mengasihi berarti menuruti adalah suatu rumusan yang sangat kita pahami karena entah sadar atau tidak, kita pernah melalukannya dalam kehidupan kita. Seorang ibu yang mencintai keluarganya pasti rela melakukan kewajibannya sekalipun kewajibannya menuntut pertaruhan nyawanya. Apakah ia merasa terpaksa atau dipaksa? Pasti tidak! Atau dalam kehidupan saya, sebagai anak saya tidak pernah bisa dan tidak tega menolak keinginan mama saya. Dan dalam melakukan keinginannya, saya tidak pernah merasa dipaksa olehnya. Semua itu bisa saya lakukankarena saya mencintainya dan saya tahu bahwa ia pun mencintai saya.
Melalui sabda-Nya “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firmanku”, Yesus mau menyadarkan kita bahwa Ia telah mengasihi kita terlebih dahulu. Ia ingin menjadi orang yang kita kasihi. Sekarang maukah kita membuka hati untuk orang yang telah mengasihi kita?
Firman manakah yang harus kita turuti? Apakah semua firman yang telah diberikan oleh Yesus kepada kita? Tentu kita harus menuruti semua firman-Nya. tetapi dalam konteks ini Firman yang harus kita turuti adalah perintah baru yang telah Ia berikan kepada kita yakni supaya kita saling mengasihi, sama seperti ia telah mengasihi kita. Kita semua dipanggil untuk mencintai. Tugas kita adalah menciptakan sebuah komunitas di mana anggota-anggotanya saling mengasihi. Dengan demikian Yesus bersama Bapa akan mengasihi kita dan Mereka akan diam bersama kita. Semoga demikian. Amin.