Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Renungan
Bacaan Bulan ini diawali dengan kisah panggilan kemuridan pada Lukas 9:51-62. Jika anda sebentar duduk - di sela-sela kesibukan anda- lalu membolak balik perikop ini sambil minum teh, perhatikan ayat terakhir dengan baik. Yesus meminta setiap orang yang mengikutinya untuk "tidak menoleh ke belakang". Seruan ini meski seringkali tidak diperhatikan dengan baik merupkan kunci dalam teks ini dan mengandung pesan pokok ini: menuntut untuk mencintai Tuhan secara utuh, total dan tak terbagi. Artinya siapa pun yang memilih mengikuti Yesus mesti secara afektif melepaskan keterikatan dengan orang atau barang yang paling dicintai. " Menoleh ke belakang" tentu sebuah metafor untuk menjelaskan kecenderungan kita yang tergoda untuk mengikuti Tuhan setengah-setengah atau dengan berat hati karena tak rela meninggalkan apa yang paling kita cintai. Yesus lebih radikal bahkan dari para nabi. Ingat kisah Elia yang memanggil Elisa untuk menggantikannya (1 Raja-raja 19:16b.19-21). Ketika Elia memanggilnya, Elisa minta izin untuk berpamitan dulu dengan keluarganya dan Elia membolehkan itu. Yesus dalam kisah Lukas ini nampak memperlihatkan yang sebalilknya: tidak boleh, bahkan tidak boleh menoleh ke belakang.
Menolah ke belakang selalu merupakan isyarat bahwa kita ingin agar sebagian 'hidup kita" tersimpan aman, tertinggal atau tertanam di belakang sana; menyembunyikan diri kita dari wajah pribadi yang mengasihi kita. Yesus minta kita untuk mengasihi Dia secara total. Kalau kita menoleh ke belakang; 'menanam' sebagian diri kita pada keterikatan-keterikatan afektif pada orang dan barang, jelas kita hanya menyerahkan 'sedikit' saja hidup kita untuk Dia.Tidak! Yesus mau SEMUANYA. Dia tidak melarang kita untuk mencintai, untuk memiliki barang dan bahkan menjadi kaya. BUKAN!; bukan itu maksudnya. Dia minta kita agar tidak DIIKAT atau DIBELENGGU. Dengan demikian, kita bagaikan burung yang terbang bebas. Saya jadi ingat spesies burung red knot yang bermigrasi dari Amerika Selatan menuju Amerika Utara untuk mencari makanan pada pergantian musim. Mereka meninggalkan rumah mereka, menuju tempat di mana tersedia makanan baru. Mereka terbang bebas berjam-jam dan berhari-hari. Kita mesti belajar percaya seperti burung itu; percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan 'makanan' kebahagiaan bagi setiap orang yang mau 'terbang' bebas dalam pengharapan yang penuh akan belas kasih-Nya.
tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Dukung Penggunaan Kata Allah bagi Gereja Malaysia
  Dukungan-dukungan bagi Gereja Katolik Malaysia terkait dengan penggunaan kata "Allah".
Harley-Davidson Paus Fransiskus Laku 4 Miliar
  Rumah lelang Bonhams di Paris, Perancis, mengumumkan hasil lelang sepeda motor Harley-Davidson Dyna Super Glide milik Paus Fransiskus, sekaligus jaket kulit khususnya, Kamis (6/2/2014). Di luar dugaan, nilai lelang sangat besar dan memecahkan rekor.
ASSEMBLEA SX 2014: “BERTOLAK DARI PEWARTAAN AWAL"
  Dari berbagai penjuru tanah air, para Xaverian berkumpul dalam perhelatan akbar assemblea 2 tahunan Serikat Xaverian yang diselenggarakan di Rumah Retret Canossa Bintaro, 06-10 Januari 2014.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic