Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Renungan

Th-C Hari Minggu Biasa II

Minggu, 17 Januari 2010

Yes. 62:1-5; Mzm. 96:1-2a,2b-3,7-8a,9-10ac; 1Kor. 12:4-11; Yoh. 2:1-11.

 

Kesuksesan sebuah upacara atau pesta tergantung dari persiapan yang matang. Persiapan itu melibatkan banyak orang. Katakanlah dalam sebuah pesta perkawinan. Banyak pihak yang terlibat selain kedua mempelai. Ada petugas yang menyiapkan sarana konsumsi, sound sistem, susunan acara, keamanan, hubungan dengan masyarakat, dll. Pihak-pihak ini terlibat demi menyukseskan pesta pernikahan. Kunci suksesnya pesta ini ada di tangan mereka. Korelasi yang terjalin antar-pihak ini membuat pesta menjadi lebih meriah dan berjalan lancar serta sukses. Pengendoran pada satu pihak mengakibatkan jalannya pesta terganggu karena kekurangan meski hanya satu hal saja. Korelasi yang terjalin seperti pada pesta ini juga yang disinggung Yesus dalam perikop Injil hari ini, Perkawinan di Kana.

 

Perkawinan di Kana berjalan lancar jika petugas-petugas yang terkait melibatkan diri secara penuh. Dari Injil kita bisa membaca kalau pesta itu semula tidak berjalan lancar karena kekurangan anggur. Para tamu merasa tidak dihargai kalau tidak ada anggur sebagai hidangan. Saya bayangkan betapa kecewanya mereka (para tamu) yang sudah diundang namun tidak dilayani dengan baik. Kekurangan anggur sama saja dengan mengusir mereka dari tempat pesta. Betapa joroknya kalau hal ini terjadi. Bukan sebuah kebetulan kalau Yesus datang mengatasi hal ini. Mula-mula dia menolak permintaan ibunya, Maria (bukan menolak Maria) karena waktunya belum tiba. Maria seolah-olah sudah tahu keinginan anaknya. Dia menyuruh para pelayan untuk melakukan apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Yesus menyuruh mengisi tempayan—yang semula disiapkan untuk pembasuhan—dengan air lalu menyuruh untuk mencedok dan membawa ke pemimpin pesta. Saat itulah Dia mengubah air menjadi anggur. Pemimpin pesta mencecap air berasa anggur itu. Dia yakin itu bukan air tetapi anggur. Dia memanggil mempelai laki-laki untuk mencecap bersama anggur itu.

 

Tampak seperti sebuah mukjizat, dan memang ini adalah sebuah mukjizat yang Yesus lakukan. Melalui peristiwa ini, Yesus mau memperlihatkan identitasnya. Dia mengajak para murid untuk melihat kemuliaan Allah dalam peristiwa kecil seperti ini. Peristiwa yang membawa kekhawatiran bagi pemilik pesta karena terancam bubar, memalukan, dan tidak ada semangatnya lagi. Yesus datang seperti membawa obor ke tengah api yang hampir padam. Dia membawa kehangatan bagi mereka yang kedinginan. Dia meramaikan kembali suasana pesta yang hampir sepi. Maria, Ibu Yesus menjadi perantara antara Yesus dengan pelayan pesta. Maka Maria bisa dimasukkan dalam bilangan para pelayan. Ketabahan hati Maria memberi inspirasi bagi kita untuk tabah menghadapi berbagai persoalan hidup. Peran Yesus yang amat luar biasa ini memperlihatkan bahwa Dia adalah anak Allah. Dia menyatakan kemuliaan-Nya dalam peristiwa luar biasa ini.  

 

Kekurangan pada saat pesta seperti ini patut kita waspadai. Banyak peristiwa yang tidak kita duga. Sering terjadi kekurangan dalam kegiatan kita yang kadang tidak kita sadari. Kita tidak tahu bila mana hal itu terjadi. Meski kita sudah merasa bahwa semuanya sudah beres, ternyata ada saja hal yang masih kurang. Kita sudah menyiapkan diri dengan baik ternyata masih saja ada hal yang lupa. Ini mendakan bahwa kita memang masih mengalami kekurangan yang mungkin kita sendiri tidak bisa memenuhinya. Kita membutuhkan orang lain untuk mengisi kekurangan itu. Persis ini yang ditawarkan Yesus melalui peristiwa kecil tadi. Kita membutuhkan bantuan orang lain sekaligus kita diajak untuk aktif menjalin relasi dengan yang lain demi terciptanya korelasi yang baik. Maria memberi contoh, menjalin relasi dengan anak-Nya, Yesus, dan dengan para pelayan pesta. Kita hendaknya menjalin relasi dengan Yesus dan dengan sesama. Dengan demikian kita tidak perlu lagi terlalu berwaspada dan khawatir dengan kekurangan yang terjadi pada saat pesta.

 

Menjalin relasi dengan Yesus berarti mematuhi perjanjian dengan-Nya. Seperti dalam menjalin relasi dengan teman dan sahabat, kita mesti mematuhi perjanjian dalam relasi itu. Yesus tahu keinginan Bapanya, berbuat sesuatu dalam pesta itu. Dengan itu Ia memperlihatkan kemuliaan-Nya dan mengajak para murid untuk percaya kepada-Nya. Yesus patuh pada kehendak Bapa. Maria adalah teladan yang baik bagi kita, ia patuh pada keinginan Yesus. Kehadiran Yesus—dengan kemulian-Nya—dalam pesta membawa angin segar bagi pemilik pesta. Inilah yang terjadi kalau kita mejalin relasi dengan Yesus. Saya yakin ada saja sesuatu yang baru dalam berelasi dengan Yesus. Entah kita sadari atau tidak, Dia datang membawa kekuatan saat kita lemah, membawa penghiburan saat kita dirundung duka. Banyak orang yang masih menderita di dunia ini bahkan mereka juga belum tahu siapakah yang akan membantu mereka. Kita semua diundang untuk membawa misi ini kepada mereka. Kita diundang untuk memperkenalkan Yesus di tengah-tengah mereka yang belum mengenal-Nya sehingga mereka juga tahu bahwa Yesus selalu hadir di samping mereka dan siap menolong mereka. Pilihan untuk hadir dan terlibat dalam karya bersama Yesus sudah ada di hadapan kita. Tinggal saja tanggapan dari pihak kita, mau menerima dan menjawab undangan Yesus atau tidak.

 

15/1/2010

Fr. Gordi Afri, SX

 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Polisi Filipina Tak Punya Perunding dalam Insiden
  Sebuah tim penyelidik Filipina diberitahu bahwa polisi tidak punya tim perunding untuk menanggapi penyanderaan bis turis di Manila bulan lalu, di mana 8 turis Hongkong tewas terbunuh.
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic