Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Renungan

Th-C Pesta Pembaptisan Tuhan

Minggu, 10Januari 2010

Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30;

Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16, 21-22

 

Pembaptisan selalu melambangkan pembebasan dan kemerdekaan. Selain itu juga dapat diartikans sebagai awal dari hidup yang baru. Yohanes pembaptis mengajak orang Israel untuk segera dibaptis karena penyelamatan sudah dekat. Untuk itu orang harus bertobat dan memulai sesuatu yang baru yang berdasarkan kehendak Allah.

            Pembaptisan yang kita terima adalah simbol kemerdekaan dalam diri kita artinya kita—dengan pembaptisan—mengalami kemerdekan dari dosa masa lalu kita dan masuk dalam persekutuan kasih mesra dengan Allah. Pembaptisan yang kita terima menjadikan kita nabi, imam, dan raja. Dan Roh Kudus Allah turun atas kita agar dalam hidup kita sungguh mencerminkan Allah yang hidup.

            Dalam bacaan pertama Yesaya mengajak bangsa Israel agar tetap tegar dalam menghadapi penderitaan, sebab pembebasan yang mereka nanti-nantikan akan datang dan akan membebaskan bangsa mereka dari perbudakan di Babilonia. Juru Selamat akan datang dan akan menggembalakan umatnya seperti seorang gembala menggembalakan kawanan ternaknya dan menghimpunya dengan tangan-Nya; anak-anak domba di pangkuan-Nya dan induk domba dituntun-Nya dengan hati. Inilah Juru Selamat yang mereka nantikan.

            Pembaptisan Yesus juga dapat diartikan sebagai sikap Allah yang mau solider dengan manusia. Untuk menyelamatkan manusia dan mengangkat mereka dalam kodrat ilahi. Paus Benediktus mengatakan dalam tulisannya bahwa Yesus saat masuk kedalam air dan dibaptis di sungai Yordan  bersama dengan orang banyak adalah sebuah simbol yang menunjukkan kasih Allah kepada manusia. Allah yang adalah mahakuasa  mau hidup bersama dengan manusia dan terlibat secara langsung dalam kehidupan manusia. Sikap Allah yang sedemikian ini adalah tanda bahwa Allah begitu mengasihi manusia  sehingga ia tidak akan membiarkan manuasia jatuh dalam keterpurukan akibat dari dosa. Kehadiran Yesus ini membawa pengharapan kepada bangsa Israel bahwa juru selamat yang mereka nanti-nantikan telah datang dan telah hidup bersama dengan mereka.

Injil pada hari Minggu ini mengajak kita untuk mewartakan Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya agar semua orang karena kasih Allah diselamatkan. Allah yang adalah kasih telah hadir bahkan tinggal bersama dengan kita.

Dalam pembaptisan kita menerima rahmat dari Allah yaitu  imam, nabi, dan raja. Rahmat yang kita terima ini hendaknya kita bagikan kepada semua orang agar semua orang mengenal Allah yang adalah kasih dan mencintai-Nya dalam segala hal.  Maka marilah kita saling mengasihi sama seperti Allah telah mengasihi kita dengan menjadi manusia. Amin…..

 

7/1/2010

Fr. Benediktus Seran, SX

 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Polisi Filipina Tak Punya Perunding dalam Insiden
  Sebuah tim penyelidik Filipina diberitahu bahwa polisi tidak punya tim perunding untuk menanggapi penyanderaan bis turis di Manila bulan lalu, di mana 8 turis Hongkong tewas terbunuh.
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic