Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Renungan

 Minggu Prapaskah III/B

“Ambilah semua dari sini , Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan” (Yoh.2;16)

Bacaan injil hari ini bisa membuat diri kita kaget dan merasa aneh. Yesus yang masuk ke Yerusalem dan marah terhadap para pedagang yang ada di pelataran Bait Allah. Dengan cambuk ia mengusir para pedagang, menjungkirbalikan meja para penukar uang. Suasana yang semula tenang, sekarang dengan kehadiran Yesus dan aksinya menjadi gaduh. Perhatian banyak orang tertuju pada Dia. Mengapa Yesus bertindak demikian? Yesus yang dikenal sebagai orang baik, mengampuni semua orang, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati sekarang  Ia sangat marah? Ada apa gerangan?

Sebenarnya hal yang wajar kalau di serambi Bait Allah ditemukan para pedagang yang menjajakan barang-barang kebutuhan ritual atau ibadat, seperti kita temukan penjualan lilin di tempat-tempat ziarah yang ada di Indonesia. Lembu, kambing domba dan merpati dijual di sekitar Bait Allah di Yerusalem karena banyak peziarah yang datang tak membawa sendiri hewan pesembahan. Maklum saja karena ada yang datang dari jauh dan karena tidak mudah mendapatkan hewan yang memenuhi syarat untuk dijadikan bahan persembahan. Maka bagi mereka membeli di pelataran Bait Allah adalah salah satu cara yang paling mudah. Lagi, saat itu dianggap haram jika menggunakan mata uang Romawi untuk membeli hewan korban. Maka terpaksa uang Romawi ditukarkan dengan mata uang Yahudi yang hanya berlaku di tempat suci. Jadi lumarah jika ditemukan juga tempat penukaran uang di pelataran Bait Suci. Lalu, mengapa Yesus mengusir para pedagang  dan penukar uang?

“Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan(Yoh. 2;16). Kemarahan Yesus berkaitan dengan usaha menarik perhatian orang–orang agar tidak jatuh dalam mentalitas “logika pasar”. Artinya, jika seseorang berdoa, memberikan persembahan, maka Allah harus mengabulkan  keinginan atau permohonannya. Allah tidak bisa dibayar dengan sejumlah doa yang kita ucapkan dan sejumlah uang yang disumbangkan. Manusia tak punya hak untuk mengatur Allah. Sebaliknya manusialah yang  harus menaati perintah/kehendak Tuhan. Yesus marah karena kita ingin mengguasai Allah. Seeharusnya kita berbuat baik karena itu baik dan karena sudah menjadi keharusan bagi hidup kita, bukan karena ingin mendapatkan imbalan dari Tuhan. Berdoa, berbuat kasih untuk mendapatkan sesuatu atau meyakinkan Tuhan, itu berarti kita tidak melalukannya dengan kasih dan tak punya arti. Yesus marah bukan karena ingin menakut-nakuti kita, tapi karena ingin memurnikan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Suatu relasi yang berlandaskan Kasih.

“Rombaklah Bait Allah ini dan dalam tiga hari aku akan mendirikannya kembali” (Yoh.2;19). Bagi umat Israel, Bait Allah adalah bangunan sebagai tempat pertemuan antara manusia dan Allah. Adalah suatu tempat kudus dimana sesorang merasa dengan mudah berjumpa dengan Allah. Yesus memberi arti baru tentang Bait Allah yakni diri-Nyalah. Dengan iman kita menemukan Yesus sebagai Bait Allah baru dan sempurna. Bait Allah yang dihancurkan oleh salib dan dibangun kembali dengan kebangkitan. Tubuhnya yang mati dan bangkit adalah tempat dimana orang berjumpa dengan Allah. Setiap kita merayakan Ekaristi dan menerima komuni kudus, disitulah perjumpaan kita dengan Allah semakin nyata. Yesus yang menjadi santapan tinggal dalam diri kita dan kita ikut menjadi Bait Allah. Benar apa yang dikatakan oleh rasul paulus; “Tidak tahukan kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia sebab bait Allah adalah kudus dan Bait Allah adalah kamu (1 Kor. 3 ; 16-17)

Akhirnya marilah kita menggagumi keluhuran diri kita sebagai Bait Allah dan berusaha selalu menjaga kesuciannya dengan pertobatan yang terus-menerus. Amin!

 

P. La Nike Joanes,SX

 

 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Dukung Penggunaan Kata Allah bagi Gereja Malaysia
  Dukungan-dukungan bagi Gereja Katolik Malaysia terkait dengan penggunaan kata "Allah".
Harley-Davidson Paus Fransiskus Laku 4 Miliar
  Rumah lelang Bonhams di Paris, Perancis, mengumumkan hasil lelang sepeda motor Harley-Davidson Dyna Super Glide milik Paus Fransiskus, sekaligus jaket kulit khususnya, Kamis (6/2/2014). Di luar dugaan, nilai lelang sangat besar dan memecahkan rekor.
ASSEMBLEA SX 2014: “BERTOLAK DARI PEWARTAAN AWAL"
  Dari berbagai penjuru tanah air, para Xaverian berkumpul dalam perhelatan akbar assemblea 2 tahunan Serikat Xaverian yang diselenggarakan di Rumah Retret Canossa Bintaro, 06-10 Januari 2014.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic