Kota Meksiko (ANTARA/Reuters) - Dua aktivis hak asasi manusia ditembak mati dalam satu serangan di Meksiko selatan ketika mereka berusaha menyerahkan pasokan pangan ke satu kota yang diganggu kelompok-kelompok bersenjata, kata pihak berwenang, Rabu.
Beatriz Carino, direktur kelompok hak asasi menusia CACTUS Meksiko dan pemantau hak asasi manusia Finlandia Jyri Antero Jaakkola tewas ketika pria-pria bersenjata menyerang konvoi sekitar 30 pekerja hak asasi manusia, Selasa, kata jaksa lokal Maria de Luz Candelaria.
Konvoi itu sedang dalam perjalanan menuju San Juan Copala di negara bagian Oaxaca, tempat ketegangan meningkat antara kota-kota yang berpenduduk pribumi Triqui.
San Juan Copala sedang berusaha membentuk satu pemerintah independen berdasarkan adat istiadad. Tetapi kelompok-kelompok bersenjata dari kota-kota terdekat menentang rencana itu dan memutuskan pasokan air dan listrik dalam usaha untuk mengucilkan masyarakat itu.
"Konvoi itu sedang memasuki jalan-jalan jelek di pegunungan. Ada satu barikade batu-batu yang memaksa mobil-mobil menghindari jalan itu. Mereka menyerang dan melepaskan tembakan senjata-senjata otomatis," kata David Castillo,wakil CACTUS di Kota Meksiko.
Dua wartawan dari sebuah majalah lokal yang meliput konvoi itu hilang, kata wartawati Ana Lilia Perez, yang bekerja di satu media.
Oaxaca, salah satu dari negara-negara bagian paling miskin di Meksiko sering dilanda aksi-aksi protes.
Pada tahun 2006, beberapa orang tewas dalam bentrokan senjata antara polisi dan para pemrotes kelompok kiri setelah sengketa-sengketa antara gubernur negara bagian itu dan para penentangnya yang kemudian meluas tanpa terkendali.