Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Misi Xaverian di Keuskupan Medan

BENTARA KASIH KRISTUS

Misi Xaverian di Keuskupan Medan

Keuskupan Agung Medan beridir sebagai keuskupan pada tahun 1961 dengan uskup pertamanya: Mgr. F. van den Hurk yang kemudain dilanjutkan oleh Mgr. A.G. Pius Datubara sejak tahun 1976. Penyebaran penduduk dari Samosir ke Sumatera Utara bagian timur turut meluaskan cakupan wilayah pelayanan Gereja Katolik. Sejak tahun 1976 itu pula, Para Xaverian hadir di Keuskupan Agung Medan atas permintaan Mgr. Datubara OFM Cap dengan membawa semangat misionernya, mewartakan Kerajaan Allah bagi orang-orang di daerah itu.

Kehadiran para misionaris Xaverian di KAM tidak bisa lepas dari siatuasi dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di sana dan berusaha menjawab tantangan yang ada. Lebih dari dua puluh tahun Xaverian berkarya di KAM (Paroki Aek Kanopan, Perdagangan, Kisaran, Tanjung Balai dan Aek Nabara), beberapa reksa pastoral dibuat untuk menjawab kebutuhan umat seraya merealisir semangat misioner. Sekarang, Xaverian berkarya hanya di satu paroki; Aek Nabara yang dibuka pada tahun 1978 oleh P.L.Magnasco bersama dengan P.F.Marini.

Beberapa reksa pastoral antara lain mengadakan kursus Kitab Suci, Pengertian Gereja, Khotbah dan Katekese sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan keterlibatan awam. Untuk mendampingi keluarga-keluarga diadakan kursus keluarga. Untuk meningkatkan kehidupan ekonomi umat, diadakanlah CU (Credit Union). Selain itu juga diadakan kursus analisis sosial dan penyuluhan mengenai hokum pertanahan sebagai kelanjutannya. Pasalnya, kasus-kasus pertanhaan merupakan masalah yang banyan seakale ditemukan di sana.

Untuk mengupayakan pendidikan anak dari kampung-kampung yang minim sarana pendidikannya, beberapa asrama untuk siswa-siswi SMP, SMU didirikan. Selain itu, masih ada kegiata-kegiatan yang diadakan untuk dan bersama dengan Mudika, Sekolah Minggu, WK (PIK: Punguan Inang Katolik).

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah “turne” ke stasi-stasi di mana dijalankan pelayanan sacramental. Take jarang pastor menjadi penjual obat lantaran minimnya fasilitas kesehatan dan pengobatan di stasi-stasi. Itu dilakukan supaya umat mendapatkan obat-obat “dasar” yang lebih murah dibanding yang dijual di pasaran.

Tidak sedikit tantangan yang mesti dihadapi daam menjalankan karya pastoral di Sumatera Utara. Tantangan yang langsung terasa adalah sedikitnya tenaga Xaverian. Lantaran itu, beberapa karya Xaverian harus diserahkan kepada Keuskupan seperti: Tanjung Balai yang ditinggalkan oleh P.Cruder setelah selama 15 tahun dilayani pada tanggal 29 Februari 1996. Sebelumnya Aek Kanopan dan Perdagangan telah diserahkan kembali kepada Keuskupan. Dan paroki terakhir yang ditinggalkan adalah Kisaran.

Meskipun demikian, hal ini tetap suatu pilihan yang terbaik. Prioritas pelayanan Xaverian adalah merintis. P. Dante Bello, Xaverian yang pernah berkarya dan maninggal di Tanjung Balai, pernah berucap bahwa seorang misionaris hares siap meninggalkan tempat yang satu untuk berkarya di tempat lain yang lebih membutuhkan. “Nah, sekarang tugas saya di Tanjung Balai sudah selesai. Seudah ada umat yang aktif, sudah ada gedung gereja yang bagus… kini saya sudah siap untuk meninggalkan paroki ini,” ujarnya sebelum meninggalkan paroki tercintanya.

Tantangan lain adalah luasnya wilayah/areal pelayanan dalam satu paroki dan sulitnya medan pelayanan. Hal ini sangat menyita tenaga dan perhatian. Juga, para Xaverian dituntut untuk mendalami bahsa dan kebudayaan Batak. Pendekatan terhadap umat agar terjalin keakraban antara umat dengan pastor dan memanfaatkan apa yang telah direncanakan oleh dewan paroki adalah suatu usaha yang terus menerus diperjuangkan.

 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
INDIA
  Hakim India menjatuhkan hukuman mati dengan penggantungan bagi seorang Mohammed Ajmal Kasab.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic