Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Burundi

NEGERI YANG PERNAH BERMANDIKAN DARAH

Para misionaris Xaverian telah bekerja di misi Burundi sejak tahun 1960. Negera di tengah-tengah Afrika ini akhir-akhir ini menjadi pokok berita karena peristiwa-peristiwa yang bernada politis dan etnis. Pewartaan Injil mulai pada tahun 1897 dengan kedatangan para Misionaris untuk Afrika. Usaha-usaha para misionaris ini dimahkotai dengan keberhasilan, dan jumlah umat Kristiani bertambah pesat. Sekarang ini Gereja mendapat tempat di hati sebagian terbesar penduduk.                   

Gereja memiliki banyak tenaga di antara umat beriman untuk melaksanakan pelayanan keagamaannya sendri dan untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang bukan Kristiani. Para misionaris Xaverian datang di Burundi atas permintaan mendesak dari para uskup untuk menangani reksa partoral terhadap sejumlah komunitas Kristiani yang belum mempunyai gembala dan kaum muda yang sangat membutuhkan pendidikan. 

 Para misionaris Xaverian di Burundi terkenal berkat karya pelayanan yang dilakukan dalam tim bersama dengan misionaris-misionaris lain, suster-suster dan kaum awam. Berkat keteratuan karya-karya sosial mereka, dan berkat usaha yang terus menerus untuk mengembangkan metode pastoral yang kontekstual. Kegiatan pastoral diperluas sampai ke bukit-bukit (sebelumnya hanya terbatas pada pusat-pusat misi). Kontak yang berkali-kali diadakan dengan umat, masuknya organisasi-organisasi Kristiani di semua tingkat, karya amal kasih yang tidak sedikit jumlahnya, semua itu memberikan andil dalam menciptakan mujizat pertobatan yang mencolok di Burundi. 

 Dengan terjadinya kudeta pada tahun 1976, datanglah saat yang sulit bagi para Xaverian dan Gereja di Burundi. Banyak rintangan menghadang karya apostolik, membatasi kebebasan bertindak Gereja, bahkan hampir semua misionaris diusir, dan orang-orang Kristiani yang patuh dipenjarakan atau dibunuh. Akhir-akhir ini para misionaris Xaverian di Burundi meningkatkan kehadiran mereka; mereka berhasil membuka sebuah pusat pendidikan untuk kaum muda di pinggiran ibu kota.  Karena berulang-ulang terjadi peristiwa tragis dan perselisihan berdarah di antara kelompok-kelompok etnis, sekarang ini Gereja terpanggil untuk bekerja dengan sabar, guna menciptakan kerukunan kembali. Semoga negara yang bermandikan darah dari sedemikian banyak putranya ini dapat kembali menikmati kehidupan Kristiani yang baru. 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Polisi Filipina Tak Punya Perunding dalam Insiden
  Sebuah tim penyelidik Filipina diberitahu bahwa polisi tidak punya tim perunding untuk menanggapi penyanderaan bis turis di Manila bulan lalu, di mana 8 turis Hongkong tewas terbunuh.
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic