Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Sierra Leone

BANGSA YANG RAMAH

Para misionaris Xaverian yang datang ke Afrika mulai merintis misi mereka di Sierra Leone. Bangsa Portugislah yang pertama-tama tiba di daerah tersebut dalam usaha mencari tanah.

Baru pada tahun 1600 tibalah misionaris-misionaris pertama, yaitu para Yesuit Portugis dan Kapusin Spanyol. Pada akhir abad itu, negeri-negeri koloni ditinggalkan oleh para penguasa Eropa. Banyak jemaat Kristiani yang terbentuk berkat kegiatan para misonaris ditinggalkan begitu saja dan kembali memeluk agama tradisional. 

Menjelang pertengahan abad yang lalu, upaya misioner di sana mulai lagi dengan kedatangan Mgr. Bresillac dan kawan-kawannya. Mereka tidak mendapatkan hasil. Kemudian datanglah para imam dari Serikat Roh Kudus, Irlandia (1864).    

Sejak tahun 1950, para Misionaris Xaverian menyusul mereka dan bekerja di daerah utara. Hingga saat ini, pewartaan Injil sukar untuk masuk. Banyak misionaris Xaverian lagi menyusul untuk berkarya di negeri, yang terkenal karena perdagangan budaknya.

 Selama bertahun-tahun para misionaris Xaverian memusatkan perhatian mereka pada sekolah-sekolah, sebagai sumbangan bagi pendidikan negeri itu dan sebagai sarana untuk mewartakan Injil. Banyak kegiatan dan usaha lain dilakukan untuk semakin mendekati bangsa yang sangat ramah ini. Para Xaverian melibatkan diri dalam usaha bagi perkembangan kemanusiaan, membuka sekolah-sekolah baru, program-program untuk orang-orang miskin, proyek-proyek perawatan kesehatan dan pemulihan para penderita kusta. Dengan demikian, mereka dapat menyentuh hati penduduk, termasuk kaum Muslim, dan memungkinkan pembentukan jemaat-jemaat Kristiani yang mandiri. Dewasa ini Gereja muda yang dinamis ini memandang ke masa depan, dengan keyakinan bahwa akan mampu berswasembada dan melibatkan diri untuk pewartaan Injil kepada bangsa-bangsa lain. 

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
Polisi Filipina Tak Punya Perunding dalam Insiden
  Sebuah tim penyelidik Filipina diberitahu bahwa polisi tidak punya tim perunding untuk menanggapi penyanderaan bis turis di Manila bulan lalu, di mana 8 turis Hongkong tewas terbunuh.
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic