GEREJA YANG SEDANG MENJADI DEWASA
Afrika adalah benua pengharapan Kristiani. Ketika Cina menutup pintu bagi para misionaris, para Xaverian merasa terpanggil untuk bekerja di tempat-tempat lain yang belum pernah mendengar kabar gembira Injil. Yang terpikir oleh mereka adalah Afrika. Mereka mulai menyusuri pantai, seperti pada zaman penemuan besar. Salah satu tempat yang dipekirakan disinggahi oleh St. Fransikus Xaverius dalam perjalannya ke Timur adalah Sierra Leone. Di sini pulalah misi pertama Xaverian di Afrika dimulai (1950). Kemudian para Xaverian memasuki “jantung hijau” Afrika dengan membuka misi di Zaire (1958) dan Burundi (1960). Ketika hampir semua Misionaris Xaverian yang bekerja di Burundi diusir, mereka membuka misi baru di Chad dan Kamerun (1982). Luas Afrika 30.249.096 kilometer persegi, dan penduduknya sekitar 633.000.000 jiwa. Dari jumlah ini kira-kira 200.000.000 adalah orang Kristen. Orang Katolik ada 92.000.000 orang, atau 13,85% dari seluruh penduduk Afrika.
Amanat Sinode untuk Afrika (1994):
“Alasan pertama diadakannya sinode Afrika ini adalah untuk memusatkan perhatian kembali kepada pengalaman dasar yang membangun Gereja. Berbagai usaha pewartaan Injil yang dilakukan oleh para misionaris, pria dan wanita, dari zaman ke zaman di benua Afrika, pantas dipuji dan disyukuri. Para misionaris banyak menderita, menghadapi kesukaran, kelapan, kehausan, jatuh sakit, menjadi lebih pendek usianya, demi memberikan apa yang mereka anggap paling berharga, yakni Yesus Kristus. Mereka memberikan pengorbanan besar guna menjadikan kita anak-anak Allah. Iman mereka yang penuh tekad bakti, dinamisme dan semangat yang menyala-nyala memungkinkan terwujudnya keberadaan kita sekarang ini sebagai Gereja Keluarga, bagi pujian dan kemuliaan Allah. Teladan mereka segera diikuti oleh begitu banyak putra dan putri Afrika yang menjadi katekis, juru bahasa dan pendamping pewartaan.”
|
 |
|