INJIL YANG DIRAYAKAN DENGAN GEMBIRA
Pada tahun 1500 misionaris-misionaris Fransiskan mendarat di Brazil; mereka menyertai orang-orang Portugis yang dipimpin Pedro Alvares Cabral. Usaha-usaha awal pewartaan Injil praktis terhapus oleh kesaksian hidup para penjajah yang berlawanan dengan Injil.
Pada paruh kedua abad ke-16, Portugal mengasai wilayah ini dan berusaha memperbudak orang-orang “indios” untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan tebu. Sementara itu, misionaris-misionaris Yesuit (1949), Karmelit, Augustinian, dan yang lain-lain (1590-1600) datang.
Di daerah Amazon, ketika sedang mencari “El Dorado” (emas), orang-orang Spanyol dan Portugis tidak menemukan jalan-jalan yang berlapis emas, melainkan sungai-sungai yang tanpa akhir, yakni sungai Amazon dan anak-anak sungainya yang sangat banyak. Di sepanjang sungai-sungai inilah para misonaris Xaverian sekarang ini melaksanakan karya mereka di daerah Amazon, Brazil.
Pada tahun 1961 sekelompok Xaverian meninggalkan Brazil Selatan untuk memulai karya-karya mereka di keuskupan Abaeté de Tocantins yang diserahkan kepada seorang uskup Xaverian. Sekarang ini Uskup A. Frosi, memimpin wilayah yang telah menjadi keuskupan itu.
Para Xaverian di daerah Amazon tidak terbatas geraknya pada keuskupan yang dipercayakan kepada mereka saja. Karena terketuk oleh kebutuhan mendesak yang dirasakan oleh keuskupan-keuskupan di dekatnya, mereka memberikan pelayanan juga kepada Keuskupan Agung Belem dan Keuskupan Xingu.
Hingga kini para Xaverian masih terus memperjuangkan hak-hak kaum “indios”. Di daerah ini para misionaris Xaverian mewujudkan karya penginjilan dengan menciptakan dan membimbing kelompok-kelompok basis Kristiani, mengusahakan keterlibatan kaum awam dan katekis, menggalakkan penggunaan sarana komunikasi sosial bagi pewartaan.
Tantangan-tantangan lebih berat yang dihadapi oleh para misionaris adalah: memberikan ruang hidup yang memadai bagi para “indios”, tanah pertanian kepada orang-orang yang tak bertanah, hormat kepada hak-hak manusia, dan penerimaan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.
Para Misionaris Xaverian tiba di Brazil pada tahun 1953 untuk memenuhi seruan Paus Pius XII yang meminta agar kongregasi-kongregasi misi mengutus imam-imam ke Amerika Latin. Daerah-daerah karya yang pertama terletak di Parana sebelah utara.
Pada tahun lima puluhan, hutan-hutan dibakar untuk dijadikan perkebunan kopi. Orang-orang pindah ke lokasi-lokasi baru ini untuk mendapat pekerjaan di “fazenda-fazenda” yang sangat luas, milik tuan-tuan tanah yang kaya raya. Kehadiran para Misionaris Xaverian dapat dilukiskan sebagai pewartaan Injil dan penghiburan rohani, tetapi juga bantuan bagi kaum miskin dan dorongan untuk perbaikan sosial, politis, dan jasmani.
Dewasa ini para Xaverian di Brazil bekerja di dua daerah: satu di selatan (Parana, Sao Paulo, Minas Gerais) dan satu lagi di utara. Komunitas-komunitas Kristiani yang dibangun tumbuh subur dengan cepat dan mulai memberikan panggilan-panggilan misionaris juga. Para Xaverian membuka seminari-seminari di Jaguapita (1959) dan Londrina (1965), yang diikuti dengan Laranjeiras du Sul, Santa Mariana, Villa Diadema, Curitiba, Sao Paulo.
Pada tahun enam puluhan, puluhan penduduk di pinggiran-pinggiran kota besar memita perhatian. Proyek-proyek perumahan yang berjejal-jejal dengan sedikit sekali ruang untuk hidup dibangun dengan cepat. Para Xaverian, meskipun tidak meninggalkan daerah pedesaan, mencurahkan tenaga untuk membentuk kelompok-kelompok basis, membantu orang-orang yang tak bertanah, yang tak berumah, dan “anak-anak jalanan”.
Para Xaverian meningalkan sebagian dari Parana Utara untuk bekerja di daerah pinggiran kota dan di kota-kota satelit di sekitar Sao Paolo, Curitiba, di Minas Gerais, daerah-daerah pinggiran Belo Horzonte dan Melo Viana. Mereka menghayati petualangan besar Gereja yang secara tegas berpihak pada orang-orang miskin.
Berkat sikap itu iman mereka diperkaya olek kebudayaan Brasil yang penuh kegembiraan. Di samping itu, mereka dapat memberikan kepada gereja setempat karisma mereka melalui pendidikan misi dan pembinaan calolon-calon misionaris. Beberapa orang Xaverian dari Brazil kini sudah bekerja di berbagai misi Serikat