Logo Hubungi Kami | Links
DepanTentang KamiMisiArtikelBeritaKalender LiturgiRenungan Mingguan
Artikel

sodara-sodari yang terkasih . . . .Barangkali, mendengarkan kisah pengalaman dan cerita dari orang yang kita cintai itu amat menyenangkan hati. Jauh di mata, namun dekat di hati. Bukan suatu hal yang mustahil, kalau di zaman sekarang ini kita bisa mendengarkan dan membaca sebuah pengalaman hidup dari seseorang yang jauh di sana.  Berikut ini merupakan beberapa pengalaman mereka, yaitu para xaverian, yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang misionaris. Ada seorang pastor dan beberapa frater. Silahkan menyimak. Semoga sharing yang mereka bagikan kepada kita dapat membantu kita juga untuk sama-sama berjuang di dalam jalan panggilan ini, meskipun dari beberapa saudara yang membaca sharing-sharing mereka tersebut telah memiliki pilihan hidup yang berbeda.

Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap Xaverian kalau mendapat kesempatan berjumpa dengan Bapa Pendiri, Beato Guido Maria Conforti, di Rumah Induk Parma. Kesempatan indah itu saya peroleh pada bulan Agustus tahun 2003 yang lalu. Hampir selama satu bulan saya tinggal di Italia untuk menimba kekuatan baru guna meneruskan tugas saya belajar Bahasa Perancis di Paris, untuk persiapan misi ke Kamerun(Afrika). Saya gunakan saat penuh rahmat itu untuk napak tilas jejak pendiri. Inilah awal dari sebuah sharing yang disampaikan oleh Pastor. Yakobus Sriyatmoko SX memulai pengalaman mempersiapkan diri bagi karya misi di Kamerun, Afrika.

Bagi bapa pendiri, Guido Maria Conforti, China mendapat tempat tersendiri di hatinya. Ia ingin meneruskan misi St. Fransiskus Xaverius. Laksana Musa, yang tidak bisa masuk tanah terjanji, St. Fransiskus Xaverius meninggal di pulau Sanchian. Hati dan pikirannya sudah diarahkan ke negeri China. Tapi kehendak-Nya menentukan lain, ia meninggal sebelum masuk ke negeri China. Conforti ingin meneruskan perjuangan misi St. Fransiskus Xaverius yang panjang dan melelahkan itu. Conforti sempat mengirim putera-puteranya ke China. Ia juga sempat pergi mengunjungi China. Sebagai anaknya conforti adalah sebuah privilege kalau saat ini Fr. Petrus SX diberi kesempatan ber-TOM di Paroki China Town Chicago USA.

Pengalaman yang saya (Fr. Deny SX) tulis di bawah ini sehubungan dengan teologi internasional Xaverian di Chicago mungkin terbatas karena saya baru menikmati kehidupan di Chicago ini masih relatif singkat yaitu terhitung sejak bulan September 2003 saya mulai pindah di sini dari komunitas Xaverian di Milwaukee. Saya tiba di USA tanggal 12 November 2002 dan belajar bahasa Inggris di ESL program (English as Second Language) di Sekolah Teologi SCJ di Milwaukee hingga Agustus 2003. Belajar bahasa Inggris selama kurang dari setahun bagi saya memang terlalu singkat tapi setidaknya saya belajar banyak dari studi ini. Belajar bahasa asing memang idealnya tidak berhenti di sekolah formal saja tapi harus terus berlanjut di tahap lanjut. Saya merasa masih terus kurang karena selalu saja dalam tulisan bahasa Inggris selalu saja ada kesalahan baik tata bahasa maupun penggunaan kata-kata yang tepat dan juga terutama artikel. Meskipun demikian saya terus saja menulis ‘weekly journal’ saya dalam bahasa Inggris sekalian melatih ekspresi berpikir saya dalam bahasa ini. Saya tidak akan banyak bercerita tentang pengalaman saya belajar bahasa dan hidup di komunitas Xaverian di Franklin-Milwaukee karena saat ini ada Frater Dharmawan dan Ignas yang akan mensharingkannya lebih up-to-date. Semoga semua ini membantu bagi kalian yang hendak mempersiapkan diri untuk masuk ke Serikat Xaverian .

Sebenarnya masih terlalu dini untuk memberi penilaian atau refleksi mengenai komunitas TI di Manila. Waktu lima bulan tinggal dan hidup di komunitas belumlah cukup untuk memberi gambaran atau penilaian yang menyeluruh mengenai dinamika kehidupan TI. Apa yang dituangkan disini mungkin hanyalah sebuah refeleksi atas perjalanan kami yang masih sangat muda di TI Manila. Begitulah Fr. Marselinus Rantetaruk SX hendak mensharingkan pengalamannya menjalani teologi internasional di Manila berikut ini . . . .

Saya (Fr. Utomo SX) terbang dari Jakarta pada tgl. 18 November 2002 pukul 23.00 WIB (keberangkatan tertunda 1 jam), berhenti 1 jam di Kuala Lumpur untuk menaikan penumpang, kemudian terbang lagi menuju Dubai tiba di sana jam 05.00 pagi waktu setempat, di Dubai sebelum memasuki pintu masuk bandara saya sempat dicegat oleh dua polisi karena setiap kali melewati pitu masuk alarm selalu bunyi, saya sudah serahkan semua isi kantong bahkan dompet saya dan ketika saya lewati pintu masuk masih saja bunyi akhirnya mereka meminta sepatu saya dan jadilah saya memasuki pintu jahanam itu tanpa sepatu dan syukur, alarmnya KO alias ngga bunyi maka selamatlah saya, saya sempat deg-degan karena saya jadi tontonan banyak penumpang lain ditambah polisi yang mulai berdatangan, tapi dalam hati saya bilang "siapa takut??? Saya bukanlah teroris!!!" karena harus menunggu penerbangan selanjutnya selamat 3 jam maka untuk menenangkan diri saya sempat jalan-jalan di supermarket di sekitar bandara, bukan untuk beli tapi hanya sekedar cuci mata!!!! Ada hal aneh saya pikir, di Dubai kan mayoritas muslim, waktu itu saya sempat dengan suara adzan dan orang mendaraskan doa dari masjid, tapi di supermarket itu hampir semua ruangannya terhiasi dengan pohon-pohon natal yang didekorasi dengan apik padahal waktu itupun lebaran juga berdekatan. Tepat jam 07.00 saya naik pesawat baru dan 30 menit kemudian terbang……kebetulan saya duduk di dekat jendela jadi bisa menikmati indahnya gurun pasir Arabia Saudita yang panjangnya minta ampun hampir selama 1,5 jam yang saya lihat hanya gurun pasir……… dan sekitar jam 11.00 waktu setempat tiba di bandra Fiumicino Roma tgl. 19 bulan dan tahun yang sama. Hingga pada ketika saya menulis surat ini berarti saya sudah berada di italia sekitar 15 bulan, belum terlalu lama tapi juga bukan waktu yang singkat.

tablebottom
search title
search
Cari Artikel-artikel yang berhubungan dengan Xaverindo
Berita
BANGLADESH
  Polisi bentrok dengan buruh garmen di kawasan industri Ashulia yang mogok karena menuntut kenaikan gaji. Bentrokan hari Sabtu antara polisi dan buruh garmen yang mogok di Bangladesh telah melukai 100 orang lebih.
THAILAND
  Pemerintah mengatakan ketertiban telah pulih di Bangkok setelah penindakan yang menimbulkan korban tewas.
INDIA
  Hakim India menjatuhkan hukuman mati dengan penggantungan bagi seorang Mohammed Ajmal Kasab.
 
bottom
Hubungi Kami | Links
Copyrights (C) 2007. xaverindo.org - Powered by SolisLogic