|
|
 |
Spiritualitas |
Beato Conforti melandaskan hidup dan spiritualitas Xaverian pada dua hal pokok:
1. Kesatuan yang mesra dengan pribadi Kristus, Misionaris Bapa, menjadi pusat hidup, sumber dan inspirasi, cara berpikir, mengasihi dan bertindak bagi setiap anggota xaverian. Beato Conforti mengungkapkan ini dalam motto, IN OMNIBUS CHRISTUS. Kristus di dalam segala-galanya (Kol 3,11). Motto ini dipilih Mgr. Conforti untuk karya keuskupannya. Motto ini sekarang terukir pada makamnya sebagai warisan bagi para misionarisnya.
2. Hidup merasul
dengan demikian
para xaverian adalah biarawan yang mengucapkan kaul-kaul kebiaraan,
tetapi bukan biarawan pertapa (kontemplatif) melainkan biarawan pekerja (aktif)
yang membuka ladang-ladang baru bagi Kerajaan Allah.
Spiritualitas tersebut terungkap dalam . . .
semangat taat untuk selalu siap dan rela menunaikan tugas apa saja dan di mana saja.
semangat kasih yang hangat bagi sesama anggota sekongregasi, bagai dalam keluarga
semangat doa
hingga tetap bersatu dengan Kristus sebagai sumber inspirasi, agar mampu mengubah tiap perkerjaan menjadi doa yang tak kunjung putus. dengan demikian pengudusan dicapai dalam karya kerasulan itu sendiri. semangat iman yang hidup untuk mencari, melihat dan mengasihi Allah dalam segala sesuatu dan emgobarkan hasrat untuk menyebarluaskan Kerajaan-Nya ke seluruh penjuru dunia. yang telah dihayati menurut nasehat-nasehat dalam Injil: taat, miskin, murni untuk mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah bagi orang-orang yang belum mengenal Yesus Kristus, khususnya bagi mereka yang miskin, lemah dan tertindas atau menderita ketidakadilan (Luk 4: 18-19).
|
 |
|
|
 |
|
|